Acara pertelevisian indonesia saat ini sudah didominasi acara-acara Infotainment yang sangat jauh dari kata mendidik, acara-acara yang mengedepankan konflik, antar host, membuka aib seseorang hingga menjadi suatu kemasan acara yang dikonsumsi publik secara luas. Masyarakat DIPAKSA untuk menikmati konflik yang ditayangkan dengan persepsi masing-masing.
Tak sedikit pemirsa di Indonesia yang terlena dengan konsep acara yang sebenarnya tanpa konsep dan alur yang jelas, yang menjadi pertanyaan kita dimanakah peran KPI ( Komisi Penyiaran Indonesia ) dan dimana juga ketegasan dari MUI ( Majelis Ulama Indonesia ) menyikapi siaran-siaran pertelevisian saat ini..??
Ngerumpi, bergunjing, membuka kejelekan orang lain sudah termasuk dalam GHIBAH, apa itu GHIBAH ??? bila kita merujuk pada sabda Rasulullah SAW pada hadist beliau melalui Abu Hurairah ra " beliau shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda, “Tahukah kalian apa itu ghibah?” Para shahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah lalu berkata, “Memperbincangkan tentang saudaramu dengan apa yang ia benci.” Kemudian ada yang berkata, “Apa menurutmu apabila perkataanku tentang saudaraku itu benar?” Rasulullah menjawab, “Apabila perkataanmu tentang saudaramu benar, maka berarti engkau telah mengghibahinya (menggunjingnya), dan jika perkataanmu tidak sesuai dengan yang sebenarnya, maka engkau telah melakukan kebohongan terhadapnya.” (HR. Muslim)
Rasulullah SAW sudah mendefenisikan dengan jelas apa itu Ghibah..dan tidak ada manfaat sama sekali dalam Ghibah.Pada Tahun 2006 Ormas Islam sebesar NU melalui Musyawarah Alim Ulama NU di Surabaya sudah mengeluarkan Fatwa HARAM terhadap tayangan Infotainment yang mengandung unsur Ghibah atau Gosip.
Allah Ta’ala telah menyebutkan secara tegas larangan ghibah dalam Al Qur’an dalam firman-Nya (yang artinya), “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kalian memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kalian merasa jijik kepadanya.” (QS. Al Hujurat : 12)
Perumpamaan yang digambarkan Allah dalam ayat ini sudah teramat jelas. Larangan dan perumpamaan yang tegas sudah Allah sampaikan melalui firmannya diatas. Imam AlQurthubi menyebutkan bahwa ghibah itu termasuk dosa besar, sebanding dengan dosa pembunuhan, riba, zina, dan dosa-dosa besar yang lain. (Al Jami’ li Ahkam Al Qur’an, 16/337)
Lalu bagaimana dengan mereka yang suka dan hoby menonton acara yang mengandung Gosip dan Ghibah ?
Jawabannya ada di Al Quran surah An Nur : 19
(19) إِنَّ الَّذينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشيعَ الْفاحِشَةُ فِي الَّذينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذابٌ أَليمٌ فِي الدُّنْيا وَ الْآخِرَةِ وَ اللهُ يَعْلَمُ وَ أَنْتُمْ لا تَعْلَمُون
Sesungguhnya orang-orang yang suka sekali supaya tersebar berita-berita keji dalam kalangan orang-orang yang beriman, mereka akan mendapat azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Allahlah yang Maha Tahu dan kamu semua tidaklah mengetahui.
Kini masihkah kita menjadikan acara Infotainment sebagai acara favorit kita..??
Apakah Dunia pertelevisian kita sudah kehilangan ide-ide kreatif untuk lebih mengedepankan acara-acara yang lebih bermanfaat dan mendidik bagi masyarakat Indonesia..?






